Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Logam berat (heavy metal) adalah logam dengan massa jenis lima atau lebih, dengan nomor atom 22 sampai dengan 92. Logam berat dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh. Beberapa di antaranya bersifat membangkitkan kanker (karsinogen). Demikian pula dengan bahan pangan dengan kandungan logam berat tinggi dianggap tidak layak konsumsi. Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik.Selain itu unsur ini memiliki korosi yang lambat sekali. tembaga adalah salah satu dari logam mulia, itu karena tingkat kereaktifannya yang rendaH dan merupakan Logam berwarna kemerah-merahan dan berkilauanSifat-sifat tembaga antara lain: Kuat dan Ulet
2. Dapat ditempa
3. Tahan Korosi
4. Penghantar listrik dan panas yang baik
5. Logam yang kurang aktif
Tembaga (Cu) mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning dan apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan.Keracunan tembaga (Cu) pada manusia menimbulkan dampak seperti kerusakan otak, demyelinasi, penurunan fungsi ginjal, dan pengendapan tembaga (Cu) dalam kornea mata. Keracunan kadmium (Cd) bersifat kronis dan biasanya terakumulasi dalam ginjal. Keracunan kadmium (Cd) dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan paru-paru, tulang, hati, kelenjar reproduksi dan ginjal. Logam kadmium (Cd) juga bersifat neurotoksin yang menimbulkan dampak kerusakan indera penciuman (Darmono, 1995).
Pencemaran tembaga (Cu) biasanya berasal dari industri peralatan listrik, peleburan logam, katalisator, algasida, pengawet kayu dan anti fouling paint. Sedangkan kadmium (Cd) digunakan dalam industri logam, batere, bahan cat warna, plastik, percetakan, dan tekstil (Palar, 1994). Tembaga (Cu) dalam konsentrasi tinggi atau rendah bersifat sangat toksik bagi tumbuhan jika berada sebagai satu-satunya unsur dalam larutan. Sebagai fungisida tembaga (Cu) digunakan dalam bentuk serbuk dan spray. Tembaga (Cu) juga dibutuhkan oleh beberapa jenis tumbuhan sebagai elemen mikro yang berperan dalam proses respirasi (Fitter, 1982).

Anwar, D., 1996, Kandungan Logam Berat Cu dan Hg dalam Eritrosit Warga Kenjeran, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Airlangga

Darmono, 1995, Logam Berat dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta

Fitter, 1982, Fisiologi Lingkungan Tanaman, Gajah Mada University Press, Yogyakarta

Palar, H., 1994, Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat, PT. Rineka Cipta, Jakarta

Echinodermata berasal dari kata echinos yng berarti berduri dan derma yang berarti kulit, jadi Echinodermata adalah hewan berkulit duri.Habitatnya dilaut, terutama di mintakat bentik. Ciri khasnya adalah betuk simetri radial yang pentamer, yaitu tubuh yang menjurus lima tersusun mengelilingi suatu sumbu polar. Tubuh dewasanya simetri radial sedangkan larvanya simetri bilateral dan tidak bersegmen. Bergerak dengan system ambulakral (system pembuluh air). Urutan aliran air laut : madreporit – saluran batu – saluran cincin – saluran radial – saluran lateral – kaki ambulakral – ampula. Kulit berduri disusun oleh keeping-kepig dari kapur (CaCO3) system saraf terdiri dari cincin saraf. Alat pernapasannya berupa paru-paru kulit (dermalbrancheae), yaitu penonjolan dinding selom yng tipis disebut papula. Papula dilindungi oleh ilia atau pediselaria. Sistem pencernaanya ckup berkembang, tetapi tidak memilikisistem ekskresi. Kebanyakan orgn reproduksi diosius. Fentilasi berlangsung eksternal. Reproduki aseksual dapat terjadi dengan fragmentasi (fissiparity) misalnya pada bintang laut.

A. Kelas Asteroidea (bintang laut)
Lenganya ada lima tau kelipatanya. Mempunyai pedikelaria (duri-duri yang berbentuk catut) yang berfingsi untuk membersihkan diri dn melindungi papula. Daya regenerasi sangat tinggi.
Contoh: 1. Asterias forberi (bintang laut merah)
2. Linchia laevigata (bintang laut biru)

B. Kelas Echinoidea (landak laut)
Umumnya berbentuk seperti landak dan tidak mempunyai lengan.
Contoh: 1. Strongy lochentrotus (bulu babi)
2. Dendraster excentricus (dolar pasir)

C. Kelas Ophiuroides (bintang mengular)
Lenganya panjang-panjang dan bergerak cepat. Tidak beranus.
Contoh: 1. Ophiura (bintang mengular rapuh)
Ghorgonocephalus (bintng mengular keranjang)

D. Kelas Crinoidea (lilia laut)
Bentuk seperti tumbuhan hidup menetap dengan alat semacam akar yang disebut sirri.
Contoh: 1. Antedon (lilia laut berambut)
2. Ptilocrius pinnatus ( lilia laut dengan 5 atau 30 lengan)

E. Kelas Holothuridea ( teripang )
Tidak berlengan disebut juga mentimun laut hidup berbaring.
Contoh: 1. Holothuria atra (teripang hitam)
2. Thyone briereus (mentimun laut)

Karakteristik umum filum echinodermata adalah sebagai berikut :
a. memiliki 3 lapisan embrional ( triploma bastik)
b. simetri tubuh bilateral pada pase larva dan radias pada pase dewasa
c. terdapat pembagian tubuh anterior dan posterior
d. euselomata
e. tidak memiliki segmen tubuh
f. system pencernaan sempurna, ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus
g. tidak memiliki system peredaran darah
h. system pernapasan berupa insang kecil/ papulae, ada juga yang menggunakan kaki ambulaktral( kaki tabung) atau teripang laut pada kelas holathuroidea menggunakan semacan pohon respirasi
i. tidak memiliki system ekspresi
j. system saraf dibentuk oleh saraf cicin, saraf radial dan saraf jala
k. reproduksi secara seksual dan aseksual, pada umumnya, kelaminnya terpisah, yaitu jantan dan betina yaitu beberapa jenis bersipat hemafrodit reproduksi aseksual dengan cara memperbaiki diri(regenerasi), tetapi karena jarang terjadi
l. penyakang tubuh berupa kerangka dalam(endoske

Sebanyak 140 ton benih jagung impor asal Thailand dan 3,5 ton benih padi asal China ditahan Balai Besar Karantina Surabaya. Dari hasil pemeriksaan, benih mengandung organisme berbahaya Pseudomonas syringae pv Syringae dan Erwinia stewartii. ”Kedua organisme sumber penyakit ini belum pernah ada di Indonesia dan belum dapat dibebashamakan dengan perlakuan apa pun. Organisme itu berpotensi menurunkan produktivitas pertanian sebesar 40-60 persen,” kata Menteri Pertanian Suswono, Minggu (6/12), saat menginspeksi Terminal Peti Kemas Pelabuhan Nilam, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Suswono, semula benih itu akan diperjualbelikan sebagai bibit indukan. Karena mengandung organisme berbahaya, dalam waktu dekat benih akan dimusnahkan.Suswono menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2009 yang mengatur pengawasan impor tumbuhan pangan, setiap tumbuhan pangan yang diimpor dari luar negeri harus diperiksa di laboratorium sebelum disebarluaskan. ”Setiap benih yang diimpor harus bebas dari penyakit,” katanya.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Arifin Tasrif menambahkan, meski telah diberi fungisida (pembasmi jamur), benih-benih itu tetap terkontaminasi. Organisme menempel di bagian dalam sekam atau kulit padi serta kulit jagung sehingga tak bisa dibebashamakan.

Menurut Arifin, 14 hari sejak barang impor tiba, hasil pemeriksaan suatu produk impor bisa dilihat. Namun, kadang pemeriksaan tertunda karena pemilik barang sulit ditemukan.

Penyelundupan MBM

Dalam waktu sama, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai menahan 41 kontainer berisi 850 ton tepung daging dan tulang (meat bone meal/MBM) di Depo Kontainer PT Indrajaya Swastika, Jalan Kalianak Barat, Surabaya. Masuknya bahan impor dari Jerman dan Spanyol yang belum terbebas dari penyakit sapi gila itu dinilai sebagai penyelundupan karena pengimpor memalsukan dokumen.”Dalam dokumen, pelaku menyatakan isi kontainer sebagai tepung daging unggas (poultry meat meal). Selain itu, pemerintah melarang impor ternak ruminansia (pemamah biak) dan produk ternak dari negara-negara yang belum terbebas penyakit sapi gila,” kata Suswono.

Menurut Mentan, kerugian sosial dan ekonomis akan sangat besar jika peternakan Indonesia terkena penyakit sapi gila. Di Eropa, wabah sapi gila mengakibatkan kerugian hingga 90 miliar euro. Suswono menyatakan, pemerintah sedang mencanangkan program swasembada daging pada tahun 2014. Karena itu, pengawasan impor terhadap produk-produk ternak dari luar negeri harus diperketat agar tak merusak populasi dan produksi ternak dalam negeri.

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya bersama kepolisian telah menelusuri pemilik dokumen impor ilegal itu. Berkas perkara telah dilimpahkan kepada kejaksaan tinggi.

Sumber : Kompas (2009)